
Tidak semua orang bangun pagi dengan cerita yang sama. Ada yang berangkat mengajar dengan langkah terburu-buru, ada yang menyiapkan sarapan untuk keluarga sambil menahan letih, ada yang menyetir truk di jalanan gelap, ada yang duduk di kursi rapat menimbang keputusan untuk banyak orang, ada pula yang mendorong gerobak, mencuci piring, atau menjaga anak kecil dari subuh hingga malam.
Namun, apa pun bentuk pekerjaan itu, di mata Allah yang Melihat bukan posisi, melainkan niat dan kesungguhan, setiap jerih payah memiliki nilai yang sama indahnya. Kadang kita merasa lelah, bukan karena pekerjaan itu berat, tapi karena hati terlalu lama memikul sunyi yang tidak kita ceritakan pada siapa pun. Namun justru di situlah Allah mendekat. Di sela nafas yang terengah, di tengah rasa ingin menyerah, di antara tumpukan pekerjaan yang terasa tak kunjung selesai, di situlah Allah ingin kita kembali mengingat-Nya.
Dalam Qur’an, keluarga Daud diberi pesan lembut: “Bekerjalah sebagai tanda syukur.” (QS. Saba: 13) Seolah Allah ingin menguatkan kita semua: apa pun pekerjaanmu, selama engkau menjalaninya dengan baik, itulah syukurmu, itulah ibadahmu.
Itqan bukan soal sempurna, melainkan tentang memberi yang terbaik dari kemampuan yang kita punya. Seorang ibu yang mencuci pakaian keluarganya dengan cinta itu itqan. Seorang petugas kebersihan yang menyapu jalan tanpa keluhan,itu itqan. Seorang buruh yang mengencangkan mur di pabrik, itu itqan. Seorang karyawan yang menyelesaikan laporan tanpa curang, itu itqan. Seorang pemimpin yang membuat keputusan dengan Amanah, itu juga itqan.
Kita semua sedang beribadah dengan cara kita masing-masing. Dan betapa Allah itu Maha Menghargai bahkan peluh yang jatuh karena perjuangan hidup pun tak ada satu pun yang sia-sia. Maka hari ini, entah kau bekerja dengan tangan, pikiran, atau hati, ingatlah: Allah tidak menilai sebesar apa hasilmu, tapi sejujur apa usahamu.
Jika hari-harimu terasa berat, katakan perlahan pada dirimu: “Aku tidak sendirian. Usahaku disaksikan Tuhan. Dan setiap langkahku dibalas dengan kebaikan.” Berangkatlah dengan hati yang tenang, karena apa pun pekerjaanmu, kau sedang menjalankan bagianmu dalam menghidupkan dunia.
Semoga Allah SWT membalas setiap lelahmu, setiap sabarmu, setiap kebaikan yang tidak pernah terlihat oleh manusia tetapi selalu terlihat oleh-Nya. Semoga hari ini menjadi saksi bahwa engkau telah berusaha, dan engkau tidak pernah sendirian.